Sabtu, 11 Juni 2011

Sang Bumi Ruwa Jurai


Jak ujung Danau Ranau
Teliu di Way Kanan
Sampai pantai lawok jaoh
Pesisir rik Pepadun
Jadi sai delom lambang
Lampung sai kaya-raya

Kik ram aga burasan
Hujau ni pemandangan
Kupi lada di pematang
Api lagi cengkeh ni
Telambun beruntaian
Tanda ni kemakmuran

Lampung sai...
Sang bumi ruwa jurai 2x

Cangget bara bulaku
Sembah jama saibatin
Sina gawi adat sikam
Manjau rik sebambangan
Tari ragot rik melinting
Ciri ni ulun Lampung

Lampung sai...
Sang bumi ruwa jurai 2x

Lagu: Sang Bumi Ruwa Jurai
Cipt. Syaiful Anwar

Jumat, 10 Juni 2011

Sejarah Inggris Masuk Ke-Krui


Konon pasukan inggris memasuki wilayah krui dgn niat ingin menjajah tanah krui,alasannya begitu sempit untuk di kaji,karena di krui termasuk wilayah yg mempunyai hasil bumi yg banyak.
Sebelum inggris masuk ke krui,terdapat tujuh orang yg memiliki kemampuan yg luar biasa yg berasal dari Balak Wai Tegaga.

Tujuh orang tersebut terbang menuju tempat pasukan inggris mendarat dengan menggunakan sebuah batu besar yang di namakan Batu Mengining
Sesampainya mereka di tujuan,mereka langsung menaiki sebuah gunung demi mengatur dang mempertimbangkan cara menumpas pasukan inggris.Setelah bermusyawarah,di temukanlah jalan keluarnya diantaranya:
1. ada yg menyerang melalui jalan air dan
2. ada yg menyerang melalui jalan darat
Gunung Dimana tempat mereka bermusyawarah tadi di namakan Gunung Timbangan.

Ending cerita,pertempuran terjadi dgn begitu sengitnya dengan menghasilkan kemenangan untuk tujuh orang yg berasal dari pekon Balak Wai Tegaga
Setelah perang,barulah ketujuh orang tersebut menetap di krui masing2 bertempat tinggal di:
1. Raja Alam Di kampung Pedada
2. Raja Nurkodhim Di pekon Balak Laay
3. Raja Belang di pekon Kebagusan
4. Raja Basa di pekon Raja Basa pinggir Laut
Tiga dari Tujuh orang tersebut pergi ke arah Selatan Krui dan sampai sekarang tidak ditemukan keberadaan makamnya.

Setelah sekian lama krui aman,datang lagi pasukan Inggris dengan kapal Induknya.Kedatangan inggris ke krui di ketahui Raja Nurkodhim,sihingga Raja Nurkodhim terabang menuju kapal induk pasukan inggris.
Terjadilah pertempuran yg sengit,singkat cerita pertempuran tersebut di menangkan oleh Raja Nurkodhim.
satu satunya pasukan Inggris yg selamat hanya nahkoda kapal induk tersebut.

Pertempuran Dengan Inggris pernah juga terajadi di Layapan,beribu ribu tentara inggris mati di layapan tersebut,sampai sekarang di namakan Sabah Layapan bertempat Di pekon Menyancang.

Setelah peperangan selesai,Raja Nurkodhim pergi Ke Banten demi menemui Sultan Maulana Hasanuddin.
Di sana Raja nurkodhim banyak belajar tentang adab kesopanan,setelah cukup lama menimba ilmu Raja Nurkodhim pulang ke Krui.

Nama Krui terjadi setelah peperangan dengan tentara inggris selesai.
Krui berarti Duri,sebab dahulu kala sebelum berganti nama menjadi krui,daerah ini dipenuhi dengan banyak duri,Sehingga rakyat lampung khususnya di krui,memberinya Nama Krui sampai sekarang.
Di krui,ada juga yang namanya Air Krui,di air itulah tempat Raja Alam mendudukan Raja Nurkodhim sebagai raja.
Di krui ada yg namanya pekon Balak Laay,Penggawa 5,Ulu 5 kalau dahulu di sebut dengan nama Pasirah 10 pekon.

Pada tanggal 30 Desember 2009 dengan berbekal contoh aksara Lampung yang saya dapat dari Internet, Corel Draw dan Font Creator, saya mencoba membuat Font Aksara Lampung dengan maksud supaya pemuda Lampung khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya, dapat mengenal aksaranya sendiri yang saya yakin mereka sudah banyak yang melupakannya. Jangan sampai setelah negara tetangga mengakui aksara tersebut merupakan aksara asli negaranya, baru kita ribut dan protes
Alhamdulilah banyak respon positif dari tulisan ini terutama dari kompasianer yang berasal dari daerah Lampung. Tanggapan positip bukan saja di Kompasiana saja, tapi juga di Face Book. Yang sangat menarik ada seorang Face Booker dari Lampung yang bernama Abu Haripin memberi masukan untuk penyempurnaan Aksara Lampung yang dikenal dengan aksara Ka Ga Nga,

Berdasarkan contoh hurup yang dikirim oleh sdr. Abu Haripin tersebut saya jiplak dengan Corel Draw, kemudian dibuat font nya dengan Font Creator
Adapun maping font KaGaNa.ttf seperti tabel berikut
Hurup Utama
Anak Huruf dan tanda Baca

Marga-marga Teritorial-Genealogis di Lampung

Lampung mengenal marga-marga yang mulanya bersifat geneologis-territorial. Tapi, tahun 1928, pemerintah Belanda menetapkan perubahan marga-marga geneologi-teritorial menjadi marga-marga teritorial-genealogis, dengan penentuan batas-batas daerah masing-masing.
Setiap marga dipimpin oleh seorang kepala marga atas dasar pemilihan oleh dan dari punyimbang-punyimbang yang bersangkutan. Demikian pula, kepala-kepala kampung ditetapkan berdasarkan hasil pemilihan oleh dan dari para punyimbang.
Di seluruh keresidenan Lampung, terdapat marga-marga teritorial sebagai berikut:
No. Nama Marga Kecamatan sekarang Beradat Berbahasa(Dialek)
1. Melinting Labuhan Maringgai Peminggir Melinting A (api)
2. Jabung Jabung idem idem
3. Sekampung idem idem idem
4. Ratu Dataran Ratu Peminggir Darah Putih idem
5. Dataran idem idem idem
6. Pesisir Kalianda idem idem
7. Rajabasa idem idem idem
8. Ketibung Way Ketibung idem idem
9. Telukbetung Telukbetung Peminggir Teluk idem
10. Sabu Mananga Padangcermin idem idem
11. Ratai idem idem idem
12. Punduh idem idem idem
13. Pedada idem idem idem
14. Badak Cukuhbalak Peminggir Pemanggilan (Semaka) idem
15. Putih Doh idem idem idem
16. Limau Doh idem idem idem
17. Kelumbayan idem idem idem
18. Pertiwi idem idem idem
19. Limau Talangpadang idem idem
20. Gunungalip idem idem idem
21. Putih Kedondong idem idem
22. Beluguh Kotaagung idem idem
23. Benawang idem idem idem
24. Pematang Sawah idem idem idem
25. Ngarip Semuong Wonosobo idem idem
26. Buay Nunyai (Abung) Kotabumi Pepadun O (nyou)
27. Buay Unyi Gunungsugih idem idem
28. Buay Subing Terbanggi idem idem
29. Buay Nuban Sukadana idem idem
30. Buay Beliyuk Terbanggi idem idem
31. BuayNyerupa Gunungsugih idem idem
32. Selagai Abung Barat idem idem
33. Anak Tuha Padangratu idem idem
34. Sukadana Sukadana idem idem
35. Subing Labuan Labuan Maringgai idem idem
36. Unyi Way Seputih Seputihbanyak idem idem
37. Gedongwani Sukadana idem idem
38. Buay Bolan Udik Karta (Tulangbawang Udik) Pepadun (Megou-pak) idem
39. Buay Bolan Menggala idem idem
40. Buay Tegamoan Tulangbawang Tengah idem idem
41. Buay Aji Tulangbawang Tengah idem idem
42. Buay Umpu Tulangbawang Tengah idem idem
43. Buay Pemuka Bangsa Raja Negeri Besar Pepadun A (api)
44. Buay Pemuka Pangeran Ilir Pakuonratu idem idem
45. Buay Pemuka Pangeran Udik Pakuonratu idem idem
46. Buay Pemuka Pangeran Tuha Belambangan Umpu idem idem
47. Buay Bahuga Bahuga (Bumiagung) idem idem
48. Buay Semenguk Belambangan Umpu idem idem
49. Buay Baradatu Baradatu idem idem
50. Bungamayang Negararatu Pepadun (Sungkai) idem
51. Balau Kedaton idem idem
52. Merak-Batin Natar idem idem
53. Pugung Pagelaran idem idem
54. Pubian (Nuat) Padangratu idem idem
55. Tegineneng Tegineneng idem idem
56. Way Semah Gedongtataan idem idem
57. Rebang Pugung Talangpadang Semende Sumatera Selatan
58. Rebang Kasui Kasui idem idem
59. Rebang Seputih Tanjungraya idem idem
60. Way Tube Bahuga Ogan idem
61. Mesuji Wiralaga Pegagan idem
62. Buay Belunguh Belalau Peminggir (Belalau) A (api)
63. Buay Kenyangan Batubrak idem idem
64. Kembahang Batubrak idem idem
65. Sukau Sukau idem idem
66. Liwa Balik Bukit Liwa idem idem
67. Suoh Suoh idem idem
68. Way Sindi Karya Penggawa idem idem
69. La'ai Karya Penggawa idem idem
70. Bandar Karya Penggawa idem idem
71. Pedada Pesisir Tengah idem idem
72. Ulu Krui Pesisir Tengah idem idem
73. Pasar Krui Pesisir Tengah idem idem
74. Way Napal Pesisir Selatan idem idem
75. Tenumbang Pesisir Selatan idem idem
76. Ngambur Bengkunat idem idem
77. Ngaras Bengkunat idem idem
78. Bengkunat Bengkunat idem idem
79. Belimbing Bengkunat idem idem
80. Pugung Penengahan Pesisir Utara idem idem
81. Pugung Melaya Lemong idem idem
82. Pugung Tampak- Pesisir Utara idem idem
83. Pulau Pisang Pesisir Utara idem idem
84. Way Tenong Way Tenong Semendo Sumatera Selatan

Susunan marga-marga territorial yang berdasarkan keturunan kerabat tersebut, pada masa kekuasaan Jepang sampai masa kemerdekaan pada tahun 1952 dihapus dan dijadikan bentuk pemerintahan negeri. Sejak tahun 1970, nampak susunan negeri sebagai persiapan persiapan pemerintahan daerah tingkat III tidak lagi diaktifkan, sehingga sekarang kecamatan langsung mengurus pekon-pekon/kampung/desa sebagai bawahannya.

Minggu, 05 Juni 2011

Armada Cinta di Gurun Asmara VS Love in the Desert Fleet Romance

Armada Cinta di Gurun Asmara

Kalender asmaraku tersisih habis
Sehingga memori cintaku
Dipenuhi semak-semak kebimbangan.

Tatapan mata hatiku menyulut tajam
Melihat setetes kebencian
Yang mulai membendung benteng hatimu.
Sehingga tiupan rinduku sirna
Diterpa salju pilu
Yang hampa tanpa balasan.

Jiwa-jiwa yang kecewa
Penuh noda asmara
Terlindas lintasan hati yang terluka.
Nahkoda cinta yang terseret gelombang fana
Menanti ombak yang membelah hati
Justru terseret gelombang putus asa.

Sekarang sang santri cinta berhenti berdo’a
Meski cinta tak kunjung tiba
Yang ada hanya benci, pilu dan duka.

Semoga armada cinta di gurun asmara
Akan berlabuh di cairan mata hatinya
Sehingga bara cinta akan menyala
Ketika setitik rindu hinggap di hatinya

Dan pahitnya cinta sepahit empedu
Akan menjadi sebuah kenangan
sepanjang jalan hidupnya.

10 April 2008


Love in the Desert Fleet Romance

Calendar romance marginalized out
So my love memory
Filled with indecision bushes.

My eyes lit sharply
Seeing a drop of hatred
That began to stem the fortress of your heart.
My longing gone so toot
Sadly hit by snow
A vacuum without a reply.

Disappointed souls
Stained romance
Run over the track a wounded heart.
Love that trail master mortal wave
Waiting for the waves which split liver
Precisely drawn a wave of despair.

Now the students love to stop praying
Although love never arrived
There is only hate, pain and sorrow.

May the force of love in the desert romance
Will be anchored in his eye fluid
So that the embers of love will light
When a speck perched on his heart longs

And the bitterness of love as bitter gall
Will become a memory
along the path of his life.

10 April 2008

SINJIDO KUDO JUDUKU?????

JAM 4 CAKAK BECAK
SAMPOT DI PASAKH ULU
TUJUAN PUGUNG TAMPAK
MALAH TELIYU DI BENGKULU.

KUKHUK PULAN BUDAKHAK
NANOM CABI KHIK TEBU
NINGGALKO INA BAPAK
NYEPOK DUIT LAMBUNG BATU

BADAN TEKHUS MEBUKHAK
TIAP KHANI NUMPOT DAGU
KUTANYAKO DI BAPAK
SINJIDO KUDO JUDUKU?????

PUDAKNI CUTIK MEBUKHAK
BELEJU SELINGGOM DELOM PIYU
AGA KHIKKU DI DAKHAK
LAIN KIK AGA BIDU.

MAK PEKHLU TAMPAL BEDAK
DALEH NALOM BULAGU
SETENGAH MESIKOP SETENGAH MEBUKHAK
KEKALAU IA DO JUDUKU.

AMIEN. . . . . .

ASAL USUL KRUI


Berbicara tentang asal usul kota Krui – Lampung Barat,  tentu tidak bisa lepas dari keberadaan Way Krui. Sekarang Way Krui diabadikan menjadi nama sebuah kecamatan baru yang merupakan daerah pemekaran dari kecamatan Pesisir Tengah. Daerah otonomi baru itu dinamakan Kecamatan Way Krui.

Krui adalah ibukota kecamatan Pesisir Tengah di dalam Kabupaten Lampung Barat, Lampung. Krui berada di daerah pesisir Samudera Hindia. Sebagai daerah pesisir, Krui memiliki potensi pariwisata terutama wisata pantai. Tempat-tempat yang sering dijadikan tempat wisata dan sering dikunjungi adalah Pantai Labuhan Jukung dan Pantai Walur. Potensi sumber daya alam yang dihasilkan adalah dari hasil bumi yang sudah dikenal dunia internasional seperti damar, lada dan cengkeh. Sumber pendapatan masyarakat kebanyakan dari berdagang, nelayan dan bertani.

Mayoritas penduduk krui terutama pasar krui adalah pendatang dari daerah lain kecuali warga desa Ulu Krui dan warga desa Way Napal yang mempunyai garis/asal-usul dari Kerajaan Sekala Brak (asal keturunan suku Lampung), sebenarnya ada beberapa daerah yang merupakan garis keturunan Kerajaan Sekala Brak seperti Pedada, Bandar, La'ay dan Way Sindi yang menurut kisah adalah keturunan dari Suku Tumi(Suku asli Lampung) yang lari saat Kerajaan Sekala Brak dikalahkan oleh 4 putra Raja Pagaruyung yang selanjutnya menjadi cikal bakal penyebaran dan keturunan suku Lampung. Yang kemudian suku Tumi yang lari tersebut dapat ditaklukkan oleh Lemia Ralang Pantang yang datang dari daerah Danau Ranau dengan bantuan lima orang punggawa dari Paksi Pak Sekala Brak. Dari kelima orang punggawa inilah nama daerah ini disebut dengan Punggawa Lima karena kelima punggawa ini hidup menetap pada daerah yang telah ditaklukkannya.

Legenda daerah Tapanuli menyeritakan, zaman dahulu meletus gunung berapi yang menimbulkan Danau Toba. Ketika gunung itu meletus, ada empat orang bersaudara berusaha menyelamatkan diri. Salah satu dari empat saudara itu bernama Ompung Silamponga, terdampar di Krui, Lampung Barat. Ompung Silamponga kemudian naik ke dataran tinggi Belalau atau Sekala Brak. Dari atas bukit itu, terhampar pemandangan luas dan menawan hati seperti daerah yang terapung. Dengan perasaan kagum, lalu Ompung Silamponga meneriakkan kata, "Lappung" (berasal dari bahasa Tapanuli kuno yang berarti terapung atau luas). Dari kata inilah timbul nama Lampung. Ada juga yang berpendapat nama Lampung berasal dari nama Ompung Silamponga itu.

Krui saat ini sedang dalam persiapan menjadi Kabupaten Pesisir yang wilayahnya nanti meliputi dari daerah Bengkunat, pesisir selatan sampai dengan Pugung, pesisir utara. Bila dikemudian hari telah diresmikan menjadi Kabupaten Pesisir Barat berarti secara administratif memisah dari Kabupaten Lampung Barat.